PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA



Latar belakang penelitian

Aktivitas berorganisasi merupakan kegiatan yang dilakukan mahasiswa diluar  jam belajar  dalam  rangka  mengembangkan  minat  dan  bakat  yang  dimiliki  oleh  mahasiswa. Organisasi tersebut diperlukan oleh mahasiswa sebagai wadah untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan yang dimiliki. Tidak dapat dipungkiri banyak pengaruh positif dan negatif  dari  keikutsertaan mahasiswa  dalam  organisasi  kemahasiswaan. 
Mahasiswa merupakan komponen penunjang kemajuan negeri, mahasiswa diharapkan mampu memberikan sumbangan melalui kapasitas intelektualitasnya, sehingga masa kuliah seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mengikuti aktivitas pada unit-unit kegiatan mahasiswa bukanlah berarti meninggalkan tugas belajar kuliahnya.
Menjadi aktivis  mahasiswa tidalah berarti menjadikan nilai kuliah menjadi turun, justru menjadi aktivis mahasiswa menjadi ajang pembuktian diri kita bahwa kita adalah mahasiswa yang memiliki nilai lebih dibanding mahasiswa lainnya dan juga sebagai suplemen menggembleng diri.
Berdasarkan fakta lemahnya prestasi akademik pada aktivis serta banyaknya pendapat tentang pentingnya berprestasi sekaligus berorganisasi, maka penulis memilih untuk mengadakan penelitian dengan judul ”Pengaruh Keaktifan Berorganisasi terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Sumedang”.

Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran besar kecilnya pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap prestasi belajar mahasiswa.

Lingkungan penelitian
Penelitian dilakukan di lingkungan pendidikan kepada mahasiswa STMIK Sumedang sebagai responden.

Proses pengumpulan data
Memberikan kuesioner yang berisi 20 pertanyaan yang terdiri dari 10 dari variable x dan 10 dari variable y terhadap 20 responden.

Penentuan variable
Variable yang digunakan:
1.    Keaktifan berorganisasi sebagai variable indefenden (variable x)
2.    Prestasi belajar mahasiswa sebagai variable dependen (variable y)

Tahapan pengujian
1.    Uji Distribusi Frekuensi
2.    Uji Validitas
3.    Uji Korelasi
4.    Uji Reliabilitas
5.    Uji Koefisien Determinasi
6.    Uji Hipotesis

Proses Pengujian
Proses pengujian dibawah ini berdasarkan data dari kuesioner yang telah dilakukan.
Hasil dari kuesioner yang telah kami dapatkan sebagai berikut:

Pengaruh keaktifan berorganisasi (variabel X)



No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jml
1
4
4
3
4
3
4
4
4
5
4
39
2
4
4
5
5
3
4
4
4
3
5
41
3
4
5
4
3
4
5
4
3
4
5
41
4
4
4
2
5
3
4
4
5
3
4
38
5
3
3
5
4
4
4
4
4
4
4
39
6
5
4
3
4
5
4
5
4
4
4
42
7
4
4
3
4
3
4
3
2
5
4
36
8
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
40
9
4
3
3
4
5
4
3
4
3
5
38
10
4
5
4
3
4
4
3
3
3
5
38
11
5
4
4
4
5
3
4
5
4
3
41
12
4
4
3
4
4
4
4
4
3
4
38
13
4
3
4
4
4
5
5
5
5
5
44
14
3
3
5
3
5
4
4
3
4
4
38
15
5
4
3
4
3
3
3
3
3
2
33
16
5
5
5
5
5
5
4
5
5
5
49
17
2
3
4
3
4
3
4
3
4
5
35
18
3
3
4
4
3
4
4
5
4
4
38
19
4
4
3
2
3
4
4
3
3
4
34
20
3
2
4
4
5
3
4
5
2
4
36


Prestasi belajar mahasiswa (variabel Y)




No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jml
1
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
38
2
4
4
4
4
5
5
4
5
4
3
42
3
4
5
4
4
4
5
4
4
3
5
42
4
2
2
3
4
3
4
5
4
4
4
35
5
5
5
5
5
4
5
2
4
4
5
44
6
4
4
5
4
4
4
4
4
3
4
40
7
4
4
3
3
3
4
4
4
3
5
37
8
3
4
4
4
3
4
4
4
3
4
37
9
4
5
4
4
2
3
4
4
4
4
38
10
4
5
4
3
3
3
4
4
4
4
38
11
4
4
5
5
5
4
4
3
3
4
41
12
4
4
3
4
3
4
4
4
4
4
38
13
3
3
4
4
4
3
5
5
5
4
40
14
5
4
4
4
4
5
4
5
4
4
43
15
2
3
4
3
4
3
4
3
4
5
35
16
4
3
5
5
4
4
5
4
5
5
44
17
3
4
4
3
3
3
4
4
4
5
37
18
4
4
4
5
5
4
4
4
4
5
43
19
4
4
3
3
4
4
4
5
4
4
39
20
2
3
5
2
4
3
4
5
4
4
36

Keterangan:
·         Kolom vertikal (warna biru) menunjukan jumlah responden
·         Kolom Horizontal (warna merah muda) menunjukan jumlah pertanyaan


1.    Uji Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi pada penelitian dimaksudkan untuk menjelaskan pendapat responden terhadap kuesioner yang diberikan, dengan adanya tabel frekuensi maka pembaca dapat melihat seberapa banyak responden memilih jawaban atau memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang ada pada kuesioner. 

Tabel hasil uji

Variabel X


 Variabel Y






2.    UJI VALIDITAS

Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin ukur. Menurut Ghozali (2009) menyatakan bahwa uji  validitas digunakan untuk mengukur sah, atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Tabel Uji Validitas
Variabel X

Variabel Y


Berdasarkan hasil analisis di dapat nilai korelasi untuk semua item ada yang valid dan tidak valid(lihat pada kolom total (ujung kanan)). Jika ada item yang tidak valid maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut tidak berkorelasi signifikan dengan skor total (dinyatakan tidak valid) sehingga harus dikeluarkan atau diperbaiki. 
Jika kita mengambil keputusan uji validitas menurut pendapat Azwar (1999) "semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan. Tetapi Azwar mengatakan bahwa bila jumlah item belum mencukupi kita bisa menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,25 tetapi menurunkan batas kriteria di bawah 0,20 sangat tidak disarankan". 
Maka hasil uji validitas diatas semua item valid karena nilai uji validitas melebihi koefisiensi korelasi minimal 0,30 atau misalnya kita ambil contoh uji validitas item 1 yaitu 0,726 > 0,30 (valid) jika hasil uji validitas < dari 0,30 maka (tidak valid)


3.    UJI KORELASI

Analisis Uji korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam pengukuran hubungan yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel maupun lebih dari dua variabel atau beberapa variabel. Dari teknik pengukuran hubungan tersebut terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman.


Tabel Hasil uji Korelasi

Correlations


X
Y
X
Pearson Correlation
1
.261
Sig. (2-tailed)

.267
N
20
20
Y
Pearson Correlation
.261
1
Sig. (2-tailed)
.267

N
20
20

Hubungan antara variabel independent dengan variabel Dependent :




Berdasarkan hasil tabel diatas, diketahui bahwa besarnya hubungan antara variabel (X) dengan (Y) yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah sebesar (0.261) atau (r X Y=0.261).
Koefisien Korelasi (0.261)hal ini menunjukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat rendah, nilai sig 0.267 > 0.05 .Maka artinya Ho diterima 
KD = R² x 100%
        = 0,261 x 0,621 x 100%
        = 0,0682 x 100%
        = 6.812%


4. UJI RELIABILITAS

Uji Reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

Tabel Hasil Uji Reliabilitas

Variabel X
Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas menggunakan SPSS diatas, dapat diketahui bahwa variabel X diperoleh nilai Alpha Cronbach > 0,60 dalam hal ini nilai 0,690 > 0,60. Hal ini berarti pertanyaan-pertanyaan tersebut Reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

Variabel Y
Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas menggunakan SPSS diatas, dapat diketahui bahwa variabel Y diperoleh nilai Alpha Cronbach > 0,60 dalam hal ini nilai 0,436 > 0,60. Hal ini berarti pertanyaan-pertanyaan tersebut Reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

5. UJI KOEFISIEN DETERMINASI

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui prosentase sumbangan pengaruh serentak variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk itu digunakan angka-angka pada tabel model summary.

KD = R² x 100%
        = 0,261 x 0,621 x 100%
        = 0,0682 x 100%
        = 6.812%


6. HIPOTESIS MENGGUNAKAN UJI VARIAN TIDAK SAMA

Variable X

Variable Y
Nomor Sampel
Jumlah Bobot

Nomor Sample
Jumlah Bobot

36
1         
37

40
2         
37

38
3         
38

38
4         
38

41
5         
41

38
6         
38

44
7         
40
8         
38
8         
43
9         
33
9         
78

49
10     
72






5.      Tentukan t tabel pada α/2 dan derajat bebas (df = n1+n2-2=14)
Nilai t(0,05/2,14) = 0,023364485913084


Pada sampel x,rata-rata nya = 38,900 dan Sx=0,80753,
Pada sampel y,rata-rata nya = 39,350 dan Sx=0,65000
Karena nilai t lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian diatas, bahwa nilai t lebih besar dari 0,05maka Ho diterima dan Ha ditolak, atau dengan kata lain keaktifan berorganisasi seorang mahasiswa sedikitnya dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa tersebut.

EKA PUSPA
HANIFAH
TI III D
0 Komentar untuk "PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA"

Silakan tinggalkan komentar anda. DILARANG KERAS menyimpan link blog/web pada komentar dengan tujuan backlink, Spam.

 
Copyright © 2014 Tutorial Kampus - All Rights Reserved
Template By. Catatan Info