PENGARUH SOSIAL MEDIA TERHADAP AKTIVITAS DAN PROSES BELAJAR SISWA

Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini sudah sedemikian pesatnya. Awalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya. Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang semakin maju.
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju tentunya mempengaruhi perkembangan informasi dan komunikasi. Kebutuhan masyarakat akan teknologi mendukung terciptanya alat-alat komunikasi yang semakin lama semakin canggih. Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat dekat dan tanpa jarak.
Khususnya di Indonesia, penggunaan alat-alat komunikasi sudah menjadi kebutuhan penting. Terbukti dengan tingkat antusiasme masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan fasilitas telekomunikasi modern seperti handphone (telepon seluler) dan internet. Jika dulu telepon seluler hanya berperan sebagai media komunikasi, namun kini berbagai fitur bisa dinikmati via telepon seluler misalnya layanan internet.
Internet adalah singkatan dari Interconnected Networking yang apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian jaringan. Dengan adanya internet setiap orang dapat mengakses informasi dengan lebih cepat, efisien serta dapat melakukan berbagai hal dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun tanpa batas waktu dan tempat. . Keberadaan situs jejaring sosial memudahkan penggunanya untuk berinteraksi dengan orang-orang dari seluruh dunia dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan telepon.
Berdasarkan hasil riset Nielsen, pengguna situs jejaring sosial seperti Facebook pada 2009 di Indonesia meningkat 700 % dibanding pada tahun 2008. Sementara pada periode tahun yang sama, pengguna Twitter tahun 2009 meningkat 3.700 %. Sebagian besar pengguna berusia 15-39 tahun. Ini menunjukkan bahwa pengguna situs jejaring sosial adalah dari kalangan remaja usia sekolah.
Pada umumnya pelajar belum memahami manfaat dari situs jejaring sosial, sehingga situs jejaring sosial ini sering disalahgunakan. Penggunaan situs jejaring sosial yang berlebihan dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Menurunnya motivasi belajar siswa mengakibatkan hasil belajar mereka menurun. Hal ini disebabkan karena kebanyakan siswa yang telah bergabung dengan situs jejaring sosial lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membuka situs jejaring ini daripada untuk belajar. Selain itu penggunaan situs ini juga dapat mengubah gaya hidup, bahkan mengubah cara berperilaku, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungannya.
Karena situasi belajar yang terasa membosankan akibatnya siswa mencari kesibukan lain di kelas, yakni dengan membuka situs jejaring sosial (online). Hal ini dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa di kelas, sehingga dapat menurunkan hasil belajar fisika siswa.
Terlepas dari dampak negatif, situs jejaring sosial juga memiliki manfaat yang positif bagi pelajar.Misalnya jejaring sosial memberikan dampak yang positif jika penggunaannya tidak berlebihan. Situs jejaring sosial dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat, menambah wawasan dengan mencari tugas melalui aplikasi pendidikan yang ada, menambah teman, menyelesaikan tugas fisika dengan membuat grup-grup khusus untuk berdiskusi mata pelajaran fisika serta dapat mengundang teman lain untuk berdiskusi bersama. Selain itu situs jejaring sosial dapat menjadi sarana untuk mengisi waktu luang, menambah teman dan bermain game sebagai hiburan.
  • TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui ada atau tidak nya pengaruh dari Sosial Media terhadap aktivitas atau proses belajar siswa.
  • LINGKUNGAN PENELITIAN
Penelitian di lakukan di lingkungan pendidikan dengan siswa SMP 3 Sumedang sebagai respondennya dan dilakukan langsung di lingkungan sekolah SMP 3 sumedang.

  • PROSES PENGUMPULAN DATA
Memberikan kuestioner yang berisi 20 pernyataan 10 dari variabel x dan 10 dari variabel y terhadap 25 orang responden di lingkungan pendidikan yaitu SMPN 3 Sumedang.

  • PENENTUAN VARIABLE
Variable yang digunakan:
•Variable independen Sosial Media
•Variable dependen Proses Belajar

  • TAHAP PENGUJIAN
1.Uji distribusi frekuensi
2.Uji validitas
3.Uji realibilitas
4.Uji korelasi
5.Uji regresi
6.Uji normalitas
7.Uji linieritas
8.Uji heteroskedastisitas
9.Uji hipotesis

Berikut adalah kuisioner yang diberikan kepada responden untuk penelitian kami

Variabel X : Sosial Media

KUISIONER Penelitian
IDENTITAS Pengisi Kuisioner

Nama :
Usia :

Petunjuk pengisian : berilah tanda ceklis (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai penilaian anda.
SIMBOL
KETERANGAN
BOBOT
SS
SANGAT SETUJU
5
S
SETUJU
4
KS
KURANG SETUJU
3
TS
TIDAK SETUJU
2
STS
SANGAT TIDAK SETUJU
1

  1. Pernyataan Perbandingan antar Sosial Media dan Belajar
No
Pertanyaan
Jawaban
SS
S
KS
TS
STS
1
Sosmed membuat hampir semua siswa menjadi malas untuk belajar





2
Sosmed berpengaruh buruk terhadap proses belajar siswa





3
Sosmed berpengaruh baik terhadap proses belajar siswa





4
Sosmed dapat dimainkan/digunakan kapan saja dan dimana saja





5
Sosmed dapat digunakan untuk berbisnis





6
Hampir semua usia menggunakan Sosmed





7
Sosmed dapat digunakan untuk mencari pasangan





8
Sosmed berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial





9
Lebih menyukai Sosmed daripada belajar





10
Lebih menyukai belajar daripada sosmed







Variabel Y : Aktivitas dan Proses Belajar Siswa

  1. Pernyataan Perbandingan antar Sosial Media dan Belajar
No
Pertanyaan
Jawaban
SS
S
KS
TS
STS
1
Siswa akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online





2
Siswa dapat belajar mengembangkan keterampilan tekhnis dan social yang sangat dibutuhkan





3
Dapat memperluas jaringan pertemanan





4
Memudahkan bertransaksi dan berbisnis





5
Siswa dapat dengan mudah memperoleh informasi





6
Siswa menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata





7
Siswa menjadi lupa waktu





8
Siswa menjadi bermalas-malasan





9
Prestasi siswa menjadi menurun





10
Kecanduan












Hasil dari kuisioner variable X
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\Variabel X.PNG
Keterangan : 1-10 ke samping yaitu Pertanyaan yang di ajukan
sedangkan 1-25 kebawah yaitu Jumlah Responden yang menjawab
Hasil dari kuisioner variable Y
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\Variabel Y.PNG
Keterangan : 1-10 ke samping yaitu Pertanyaan yang di ajukan
sedangkan 1-25 kebawah yaitu Jumlah Responden yang menjawab

Di bawah ini adalah hasil uji dari penelitian yang kami lakukan :

1.UJI DISTRIBUSI FREKUENSI
Distribusi frekuensi pada penelitian dimaksudkan untuk menjelaskan suatu pendapat atau tanggapan responden terhadap kuesioner yang diberikan oleh peneliti, dengan adanya tabel frekuensi maka pembaca dapat melihat seberapa besar atau seberapa banyak responden memilih jawaban atau memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang ada pada kuisioner. 
Tabel hasil uji :
Variabel X
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\tabel hasil uji frekuensi X.PNG
Keterangan :
  1. Untuk P1, P2, dan P3 tidak ada Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju dikarenakan tidak ada responden yang menjawab Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju.
  2. Kami hanya menampilkan P1, P2, dan P3 saja sebagai contoh dikarenakan keterbatasan ruang.
Variabel Y
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\tabel hasil uji frekuensi Y.PNG

Keterangan :
  1. Dalam table P2 tidak ada Sangat Tidak Setuju dikarenakan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju.
  2. Kami hanya menampilkan table P1 dan P2 saja sebagai contoh dikarenakan keterbatasan ruang.
Cara Membaca Hasil Uji Frekuensi :
Dapat kita lihat misal untuk P1 (pernyataan 1) di variabel Y
  • Yang menjawab sangat tidak setuju jumlahnya 1 orang
  • Yang menjawab tidak setuju jumlahnya 3 orang
  • Yang menjawab kurang setuju 9 orang
  • Yang menjawab setuju 10 orang
  • Yang menjawab sangat setuju 2 orang
  • Total responden adalah 25 orang.

2.UJI VALIDITAS
Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Menurut Ghozali (2009) menyatakan bahwa uji  validitas digunakan untuk mengukur sah, atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Hasil Uji Validitas :
Variabel X
D:\wintan\STATISTIK\uji validitas vX.PNG
Variabel Y
D:\wintan\STATISTIK\uji vaiditas vY.PNG
Berdasarkan hasil analisis di dapat nilai korelasi untuk semua item ada yang valid dan tidak valid(lihat pada kolom total (ujung kanan)). Jika ada item yang tidak valid maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut tidak berkorelasi signifikan dengan skor total (dinyatakan tidak valid) sehingga harus dikeluarkan atau diperbaiki. 
Jika kita mengambil keputusan uji validitas menurut pendapat Azwar (1999) "semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan. Tetapi Azwar mengatakan bahwa bila jumlah item belum mencukupi kita bisa menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,25 tetapi menurunkan batas kriteria di bawah 0,20 sangat tidak disarankan". 
Maka hasil uji validitas diatas semua item valid karena nilai uji validitas melebihi koefisiensi korelasi minimal 0,30 atau misalnya kita ambil contoh uji validitas item 1 yaitu 0,726 > 0,30 (valid) jika hasil uji validitas < dari 0,30 maka (tidak valid)

3. UJI RELIABILITAS
Uji Reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Tabel Hasil Uji Reliabilitas :
Variabel X
D:\wintan\STATISTIK\reabilitasX.PNG
Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas menggunakan SPSS diatas, dapat diketahui bahwa variabel X diperoleh nilai Alpha Cronbach < 0,60 dalam hal ini nilai 0,381 < 0,60. Hal ini berarti pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak Reliabel dan tidak dapat digunakan dalam penelitian.
Variabel Y
D:\wintan\STATISTIK\reabilitasY.PNG
Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas menggunakan SPSS diatas, dapat diketahui bahwa variabel Y diperoleh nilai Alpha Cronbach > 0,60 dalam hal ini nilai 0,742 > 0,60. Hal ini berarti pertanyaan-pertanyaan tersebut Reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

4. UJI KORELASI
Analisis Uji korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam pengukuran hubungan yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel maupun lebih dari dua variabel atau beberapa variabel. Dari teknik pengukuran hubungan tersebut terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman.
Tabel Hasil uji Korelasi :
D:\wintan\STATISTIK\korelasi.PNG
Berdasarkan hasil tabel diatas, diketahui bahwa besarnya hubungan antara variabel (X) dengan (Y) yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah sebesar (0.092) atau (r X Y= 0.092). 
Koefisien Korelasi (0.115) Hubungan variabel sangat rendah, nilai sig 0.663 > 0.05 Ho (H kosong atau nihil) tidak Signifikan
Koefisien Korelasi
KD = R² x 100%
       = 0.092 x 0.092 x 100%
       = 0.008 x 100%
       = 0,8% 

5. UJI REGRESI
Analisis regresi adalah salah satu analisis yang paling populer dan luas pemakaiannya. Analisis regresi dipakai secara luas untuk melakukan prediksi dan ramalan, dengan penggunaan yang saling melengkapi dengan bidang pembelajaran mesin. Analisis ini juga digunakan untuk memahami variabel bebas mana saja yang berhubungan dengan variabel terikat, dan untuk mengetahui bentuk-bentuk hubungan tersebut.

D:\wintan\STATISTIK\regresi.PNG
  • MODEL SUMMARY :
Pada tabel Model Summary menampilkan nilai R yang merupakan simbol dari nilai koefisien korelasi. Hasil nilai R sebesar 0,092 . Hasil tersebut menjelaskan bahwa hubungan variabel berada pada kategori sangat kuat . Hasil pada R Square atau yang disebut dengan Koefisiensi Determinasi (KD) adalah 0,8% yang dapat dijelaskan bahwa hubungan variabel Independent terhadap variabel Dependent memiliki pengaruh kontribusi sebesar 0,8% sedangkan sisanya 99,2% dipengaruhi oleh variabel lain/faktor lain diluar variabel penelitian.

  • ANOVA TABLE :
Pada tabel Anova menghasilkan nilai signifikansi yaitu 0,663 dengan syarat ketentuan, jika Nilai Sig. < 0,05, maka model regresi adalah linier, dan jika > 0,05 maka model regresi tidak linier. Berdasarkan output tabel Anova diatas, diperoleh nilai Sig. = 0,663 yang berarti > kriteria signifikan (0,05), oleh karena itu model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah adalah tidak signifikan artinya, model regresi linier tidak memenuhi kriteria linieritas.
  • COEFFICIENTS :
Pada tabel Coefficients menghasilkan model persamaan regresi yang diperoleh dengan koefisien konstanta dan koefisien variabel yang ada di kolom Unstandardized Coefficients B. Berdasarkan tabel ini diperoleh model persamaan regresi : Y = 27.156 + 0,269 X
Pada tabel coefficients di atas dapat dilihat bahwa pengujian hipotesis secara parsial yang ditunjukkan oleh nilai t adalah sebagai berikut :
• Nilai t hitung yang didapatkan dari hasil perhitungan sebesar (0.441) dengan nilai signifikan sebesar 0,663 lebih besar dari taraf kesalahan 5% ini menunjukkan bahwa variabel (X) memberikan pengaruh negatif terhadap variabel (Y).

6. UJI NORMALITAS
Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal.
Tabel Uji Normalitas
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\hasil uji normalitas.PNG
Berdasarkan tabel uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov Test diperoleh nilai Kolmogorov Smirnov Z sebesar 0,521 dan Asymp.sig. sebesar 0,949 lebih > 0,05 maka dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi Normal.


7. UJI LINEARITAS
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah setiap variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan dengan variabel yang lain. Menurut Sudjana (2003:331) “Uji linieritas dimaksudkan untuk menguji linier tidaknya data yang dianalisis".
Tabel Uji Linearitas
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\hasil uji linearitas.PNG
Berdasarkan Tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi 0,607 > 0,05 maka dapat disimpulkan antara variabel Y dengan X mempunyai hubungan yang tidak linear.

8. UJI HETEROSKEDASITAS
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu Uji Park, Uji Glesjer, Melihat pola grafik regresi, dan uji koefisien korelasi Spearman.







Tabel Uji Heteroskedasitas
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\UJI heteroskedasitas.PNG
Berdasarkan tabel diatas tersebut menunjukkan tidak ada gangguan heteroskedastisitas yang terjadi, dimana nilai signifikan (sig) = 0.297 lebih dari 0,05 (p>0,05). Jadi secara keseluruhan variabel dalam hal ini X dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah heteroskedastisitas.

9. UJI HIPOTESIS Menggunakan Uji Kai Kuadrat (Chi-Square)
Uji kai kuadrat (dilambangkan dengan "χ2" dari huruf Yunani "Chi" dilafalkan "Kai") digunakan untuk menguji dua kelompok data baik variabel independen maupun dependennya berbentuk kategorik atau dapat juga dikatakan sebagai uji proporsi untuk dua peristiwa atau lebih, sehingga datanya bersifat diskrit. 
Dasar uji kai kuadrat itu sendiri adalah membandingkan perbedaan frekuensi hasil observasi (O) dengan frekuensi yang diharapkan (E). Perbedaan tersebut meyakinkan jika harga dari Kai Kuadrat sama atau lebih besar dari suatu harga yang ditetapkan pada taraf signifikan tertentu. 
Tabel Uji Hipotesis
C:\Users\aspired270\Documents\STATISTIK\tabel uji hipotesis.PNG
Pada tabel ini tidak hanya nilai Chi-Square saja yang ditampilkan tapi ada juga nilai dari uji dengan menggunakan Likelihood Ratio. Didapat nilai dari Chi-Square adalah 65,905 dan p-value(0.480)>0,0001 sehingga dapat diambil kesimpulan Ha ditolak Ho diterima. Hasil ini juga sejalan dengan uji Likelihood Ratio dimana nilainaya adalah 46,373 dan p-value(0,968)<0,001 karena nilai p-value(0,968)>0,05 maka kesimpulannya Ha ditolak Ho diterima.

Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa Sosial Media dapat berpengaruh positif maupun negatif (tapi lebih banyak pengaruh negatif nya) terhadap aktifitas atau proses belajar siswa.

Saran
Saran yang dapat kami berikan yaitu apabila anda bemain atau menggunakan Sosial Media maka anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya. Jangan menggunakan atau memainkan Sosial Media ketika jam pelajaran berlangsung karena itu akan dapat mempengaruhi konsentrasi anda saat belajar dan akan berdampak buruk pada nilai anda.

Anggota: 1. Bayu Anggara (A2.1300049)
              2. Sintyya Farlisa (A2.1300059)
3. Wintan Winanti W (A2.1300122)

0 Komentar untuk "PENGARUH SOSIAL MEDIA TERHADAP AKTIVITAS DAN PROSES BELAJAR SISWA"

Silakan tinggalkan komentar anda. DILARANG KERAS menyimpan link blog/web pada komentar dengan tujuan backlink, Spam.

 
Copyright © 2014 Tutorial Kampus - All Rights Reserved
Template By. Catatan Info