lAPORAN PROBABILITAS & STATISTIKA “PENGARUH BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA”

lAPORAN PROBABILITAS & STATISTIKA  “PENGARUH BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA”



Dalam berorganisasi mahasiswa mencoba untuk mencari pengalaman baru serta ilmu- ilmu baru yang bermanfaat melalui kegiatan-kegiatan yang ada dalam organisasi yang mana diharapkan dapat menunjang nilai indeks prestasi mahasiswa itu sendiri.
Meskipun terkadang ada sebagian orang yang berasumsi bahwa organisasi mengganggu perkuliahan.  Dengan berbagai persepsi, pandangan serta paradigma dari para mahasiswa itu sendiri, diantaranya: (1) Organisasi itu tidak penting, (2) buang-buang waktu, (3)membuat nilai mahasiswa menurun karena terlalu sibuk di organisasi, sedangkan kuliah terbengkalai, (4) organisasi itu tidak ada manfaatnya, hanya menganggu kegiatan kuliah.
Akan tetapi semua itu kembali lagi dalam diri individu mahasiswa  itu sendiri bagaimana ia mengikutsertakan organisasi itu dengan baik tanpa adanya kesimpangsiuran antara organisasi dengan perkuliahan itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Robert K. Merton bahwasanya sering terjadi percampuradukkan antara motif subyek dengan pengertian fungsi. Fungsi sendiri adalah akibat yang dapat diamati yang menuju adaptasi adalah penyesuaian dalam suatu sistem. Sedangkan akibat yang tidak sesuai dengan dalam suatu sistem dalam konsep ini bagi Merton disebut dengan sebutan disfungsi.
Maka disini peneliti mengadakan penelitian tentang “Pengaruh Berorganisasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa”, yaitu dengan meneliti pengaruh keikutsertaan mahasiswa dalam organisasi terhadap nilai indeks prestasi mahasiswa STMIK Sumedang. Apakah memberikan dampak positif atau negatif terhadap nilai indeks prestasi mahasiswa (IP/IPK)?





DATA VARIABEL
Dalam suatu penelitian yang dilakukan berkaitan dengan pengaruh berorganisasi terhadap prestasi mahasiswa dilakukan terhadap 15 orang responden, kuisioner yang diberikan berisi 10 item pertanyaan untuk variabel X :
Tabel Variabel X
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
JML
GANJIL
GENAP
1
4
4
4
3
2
4
4
3
2
4
34
16
18
2
3
3
2
2
3
3
3
2
2
3
26
13
13
3
4
4
4
3
3
4
4
3
2
3
34
17
17
4
3
3
3
2
2
3
3
3
2
3
27
13
14
5
4
3
3
3
2
4
3
2
2
3
29
14
15
6
3
3
3
2
2
3
3
2
2
3
26
13
13
7
4
4
3
2
2
3
4
2
3
3
30
16
14
8
4
3
2
2
2
3
3
3
2
3
27
13
14
9
3
3
3
2
2
4
3
3
2
3
28
13
15
10
4
3
3
3
3
3
3
3
2
4
31
15
16
11
3
3
3
2
3
4
3
3
3
3
30
15
15
12
4
4
3
3
2
4
3
3
2
3
31
14
17
13
3
3
4
2
2
3
3
3
2
3
28
14
14
14
3
3
3
2
2
3
3
3
2
3
27
13
14
15
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
40
20
20
FREKUENSI TANGGAPAN RESPONDEN



Berdasarkan tabel P1 diatas sebanyak 7 responden atau 46,7% menganggap penting dan 53,3% menganggap sangat penting. Hal tersebut menunjukan responden cenderung mengganggap bahwa sangat penting berorganisasi bagi mereka.



Berdasarkan tabel P2 diatas sebanyak 10 responden atau 66,7% menjawab terkadang dan 33,3% menjawab sangat senang. Hal tersebut menunjukan responden terkadang merasa senang melakukan kegiatan organisasi.



Berdasarkan tabel  P3 diatas sebanyak 2 responden atau 13,3% menganggap tidak setuju, 60,0% menganggap setuju dan 26,7% menganggap sangat setuju. Hal tersebut menunjukan responden cenderung setuju terhadap pengertian bahwa organisasi merupakan wadah menyalurkan aspirasi/bakat.




Berdasarkan tabel  P4 diatas sebanyak 9 responden atau 60,0% menganggap terkadang, 33,3% menganggap sering dan 6,7% menganggap selalu. Hal tersebut menunjukan responden cenderung menganggap bahwa dengan aktif berorganisasi terkadang menyita waktu mereka.





Berdasarkan tabel  P5 diatas sebanyak 10 responden atau 66,7% menganggap terkadang, 26,7% menganggap sering dan 6,7% menganggap selalu. Hal tersebut menunjukan responden terkadang menerima dorongan dari orang lain untuk mengikuti organisasi.






Berdasarkan tabel  P6 diatas sebanyak 8 responden atau 53,3% menganggap terkadang dan 46,7% menganggap ya. Hal tersebut menunjukan responden cenderung menganggap bahwa organisasi terkadang meningkatkan kepercayaan diri mereka.





Berdasarkan tabel  P7 diatas sebanyak 11 responden atau 73,3% menganggap setuju dan 26,7% menganggap sangat setuju. Hal tersebut menunjukan responden cenderung setuju bahwa organisasi bermanfaat bagi pembentukan karakter diri.




Berdasarkan tabel  P8 sebanyak 4 responden atau 26,7% menganggap sedikit berpengaruh, 66,7% menganggap cukup berpengaruh dan 6,7% menganggap sangat berpengaruh. Hal tersebut menunjukan responden merasa bahwa kedudukannya dalam organisasi cukup berpengaruh terhadap eksistensinya sebagai mahasiswa. 






Berdasarkan tabel  P9 diatas sebanyak 12 responden atau 80,0% menganggap terkadang, 13,3% menganggap sering dan 6,7% menganggap selalu. Hal tersebut menunjukan responden menganggap bahwa berorganisasi terkadang membuat tugas kuliah terbengkalai.




Berdasarkan tabel  P10 sebanyak 12 responden atau 80,0% menganggap setuju dan 20,0% menganggap sangat setuju. Hal tersebut menunjukan responden cenderung setuju terhadap banyaknya hal positif yang didapat dalam berorganisasi dibandingkan dengan hal negatifnya.

UJI VALIDASI VARIABEL X
A. Bivariate Pearson :
Correlations


P1
P2
P3
P4
P5
P6
P7
P8
P9
P10
JML
P1
Pearson Correlation
1
.661**
0,202
.706**
0,175
0,339
.564*
0,148
0,202
0,468
.622*

Sig. (2-tailed)

0,007
0,471
0,003
0,533
0,216
0,029
0,599
0,47
0,079
0,013

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P2
Pearson Correlation
.661**
1
.534*
.610*
0,231
0,472
.853**
0,261
0,411
0,354
.758**

Sig. (2-tailed)
0,007

0,04
0,016
0,407
0,075
0
0,347
0,128
0,196
0,001

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P3
Pearson Correlation
0,202
.534*
1
.535*
0,212
0,447
.601*
0,478
0,276
0,431
.684**

Sig. (2-tailed)
0,471
0,04

0,04
0,449
0,095
0,018
0,072
0,32
0,108
0,005

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P4
Pearson Correlation
.706**
.610*
.535*
1
.565*
.591*
.520*
0,478
0,401
.701**
.880**

Sig. (2-tailed)
0,003
0,016
0,04

0,028
0,02
0,047
0,072
0,138
0,004
0

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P5
Pearson Correlation
0,175
0,231
0,212
.565*
1
0,262
0,345
0,443
.647**
0,491
.649**

Sig. (2-tailed)
0,533
0,407
0,449
0,028

0,345
0,207
0,098
0,009
0,063
0,009

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P6
Pearson Correlation
0,339
0,472
0,447
.591*
0,262
1
0,342
0,345
0,264
0,2
.617*

Sig. (2-tailed)
0,216
0,075
0,095
0,02
0,345

0,211
0,207
0,342
0,474
0,014

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P7
Pearson Correlation
.564*
.853**
.601*
.520*
0,345
0,342
1
0,223
0,508
0,452
.762**

Sig. (2-tailed)
0,029
0
0,018
0,047
0,207
0,211

0,425
0,053
0,091
0,001

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P8
Pearson Correlation
0,148
0,261
0,478
0,478
0,443
0,345
0,223
1
0,386
0,492
.624*

Sig. (2-tailed)
0,599
0,347
0,072
0,072
0,098
0,207
0,425

0,155
0,062
0,013

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P9
Pearson Correlation
0,202
0,411
0,276
0,401
.647**
0,264
0,508
0,386
1
0,349
.651**

Sig. (2-tailed)
0,47
0,128
0,32
0,138
0,009
0,342
0,053
0,155

0,203
0,009

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
P10
Pearson Correlation
0,468
0,354
0,431
.701**
0,491
0,2
0,452
0,492
0,349
1
.700**

Sig. (2-tailed)
0,079
0,196
0,108
0,004
0,063
0,474
0,091
0,062
0,203

0,004

N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
JML
Pearson Correlation
.622*
.758**
.684**
.880**
.649**
.617*
.762**
.624*
.651**
.700**
1

Sig. (2-tailed)
0,013
0,001
0,005
0
0,009
0,014
0,001
0,013
0,009
0,004


N
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15

Dari hasil analisis menggunakan cara Bivariate Pearson diatas didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor total. Setelah dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikasi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 15, maka didapat r tabel sebesar 0,514. Dengan perhitungan df = n – 2 , df = 15 – 2 = 13. Jadi dapat disimulkan nilai korelasi untuk semua item adalah valid (lihat pada kolom yang diberi warna biru muda), dikarenakan semua item memiliki nilai > 0,514.  


HASIL UJI VALIDALITAS X
No
r Hitung
Nilai Kritis
Keterangan
1
0,527
0,514
VALID
2
0,695
0,514
VALID
3
0,577
0,514
VALID
4
0,832
0,514
VALID
5
0,535
0,514
VALID
6
0,522
0,514
VALID
7
0,704
0,514
VALID
8
0,521
0,514
VALID
9
0,546
0,514
VALID
10
0,637
0,514
VALID





Berdasarkan tabel  P11 sebanyak 8 responden atau 53,3% responden memiliki ipk 3,01-3,50 dan 46,7% memiliki ipk terakhir 33,51-4,00. Hal tersebut menunjukan responden memiliki ipk yang cukup tinggi.




Berdasarkan tabel  P12 sebanyak 10 responden atau 66,7% menjawab cukup tinggi dan 33,3% menjawab sangat tinggi. Hal tersebut menunjukan responden memiliki ketertarikan cukup tinggi mengikuti pelajaran. 







 
Berdasarkan tabel  P13 sebanyak 4 responden atau 26,7% menganggap biasa saja, 53,3% menganggap cukup berkosentrasi dan 20,0% menganggap sangat berkosentrasi. Hal tersebut menunjukan responden merasa bahwa cukup berkosentrasi saat proses pembelajaran.





Berdasarkan tabel  P14 sebanyak 7 responden atau 46,7% menganggap rendah, 26,7% menganggap cukup tinggi dan 26,7% menganggap sangat tinggi. Hal tersebut menunjukan responden merasa bahwa pengetahuannya terhadap materi pembelajaran rendah.






Berdasarkan tabel  P15 sebanyak 11 responden atau 73,3% menganggap terkadang dan 26,7% menganggap ya. Hal tersebut menunjukan responden merasa terkadang senang apabila dosen berhalangan hadir.
 






Berdasarkan tabel  P16 sebanyak 8 responden atau 53,3% menganggap terkadang, 26,7% menganggap sering dan 20,0% menganggap selalu. Hal tersebut menunjukan responden terkadang mengerjakan tugas mandiri sendiri.






Berdasarkan tabel  P17 sebanyak 9 responden atau 60,0% menganggap cukup disiplin dan 40,0%  menganggap sangat disiplin. Hal tersebut menunjukan responden cukup disiplin mengikuti pelajaran.







Berdasarkan tabel  P18 sebanyak 10 responden atau 66,7% menganggap terkadang, 26,7% menganggap sering dan 6,7% menganggap selalu. Hal tersebut menunjukan responden terkadang memilih posisi duduk paling depan saat pelajaran.







Berdasarkan tabel  P19 sebanyak 2 responden atau 13,3% menganggap kurang setuju, 60,0% menganggap setuju dan 26,7% menganggap sangat setuju. Hal tersebut menunjukan responden merasa setuju bahwa untuk meningkatkan prestasi dibutuhkan dorongan/motivasi dari orang lain.











Berdasarkan tabel  P20 sebanyak 8 responden atau 53,3% menjawab terkadang, 33,3% menjawab sering dan 13,3% menjawab selalu. Hal tersebut menunjukan bahwa responden terkadang bertanya apabila ada materi yang tidak dipahami.




 
Dari hasil analisis menggunakan cara Bivariate Pearson diatas didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor total. Setelah dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikasi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 15, maka didapat r tabel sebesar 0,514. Dengan perhitungan df = n – 2 , df = 15 – 2 = 13. Jadi dapat disimulkan nilai korelasi untuk semua item adalah valid (lihat pada kolom yang diberi warna orange), dikarenakan semua item memiliki nilai > 0,514.  
Dari output diatas bisa dilihat pada Corrected Item-Total Correlation dapat disimpulkan semua item valid seperti berikut :

HASIL UJI VALIDALITAS Y
No
r Hitung
Nilai Kritis
Keterangan
1
0,539
0,514
VALID
2
0,548
0,514
VALID
3
0,724
0,514
VALID
4
0,584
0,514
VALID
5
0,56
0,514
VALID
6
0,592
0,514
VALID
7
0,59
0,514
VALID
8
0,718
0,514
VALID
9
0,583
0,514
VALID
10
0,674
0,514
VALID

            
REABILITAS X




Dari hasil output tabel diatas, diketahui bahwa besar hubungan antar variabel x dengan variabel y  (variabel independen dengan variabel dependen) yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah sebesar 0,602. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antar kedua variabel tersebut bersifat tinggi dan searah.



REABILITAS Y


Berdasarkan hasil perhitungan uji reabilitasi menggunakan SPSS diatas, dapat diketahui bahwa variabel x diperoleh nilai alpa cronbach > 0,60 dalam hal ini nilai 0,876 > 0,60 . Hal ini berarti pertanyaan-pertanyaan tersebut reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.
KESIMPULAN






 Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa kedua variabel yaitu x dan y diperoleh nilai alpa cronbach > 0,60. Hal ini berarti pertanyaan-pertanyaan tersebut reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

UJI KOLERASI




            Dari tabel diatas merupakan hubungan antara variabel independent, setelah itu dilakukan kembali analisis untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent.






            Dari hasil output tabel diatas, diketahui bahwa besar hubungan antar variabel x dengan variabel y  (variabel independen dengan variabel dependen) yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah sebesar 0,602. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antar kedua variabel tersebut bersifat tinggi dan searah.


            Uji signifinkasi koefisien korelasi menghasilkan angka Sig. Sebesar 0,018 dan lebih kecil dari α = 0,05. (Sig. = 0,018 < 0,05). Maka artinya Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa variabel x berhubungan secara signifikan dengan variabel y. 


ANALIS REGRESI
                                          



Pada tabel Model Summary menampilkan nilai R yang merupakan simbol dari nilai koefisien korelasi. Hasil nilai R sebesar 0,602. Hasil tersebut menjelaskan bahwa hubungan variabel berada pada kategori tinggi. Hasil pada R Square atau yang disebut dengan Koefisiensi Determinasi (KD) adalah 31,30% yang dapat dijelaskan bahwa hubungan variabel Independent terhadap variabel Dependent memiliki pengaruh kontribusi sebesar 36,20% sedangkan sisanya 63,80% dipengaruhi oleh variabel lain/faktor lain diluar variabel penelitian.








            Pada tabel Anova menghasilkan nilai signifikansi yaitu 0,018 dengan syarat ketentuan, jika Nilai Sig. < 0,05, maka model regresi adalah linier, dan jika > 0,05 maka model regresi tidak linier. Berdasarkan output tabel Anova diatas, diperoleh nilai Sig. = 0,018 yang berarti < kriteria signifikan (0,05), oleh karena itu model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah adalah signifikan artinya, model regresi linier memenuhi kriteria linieritas.





Pada tabel Coefficients menghasilkan model persamaan regresi yang diperoleh dengan koefisien konstanta dan koefisien variabel yang ada di kolom Unstandardized Coefficients B. Berdasarkan tabel ini diperoleh model persamaan regresi : Y = 8,829 + 0,709 X

Pada tabel coefficients di atas dapat dilihat bahwa pengujian hipotesis secara parsial yang ditunjukkan oleh nilai t adalah sebagai berikut :
  • Nilai t hitung yang didapatkan dari hasil perhitungan sebesar 2,716 dengan nilai signifikan sebesar 0,018 lebih kecil dari taraf kesalahan 5% menunjukkan bahwa variabel (X) memberikan pengaruh positif terhadap variabel (Y).



            Berdasarkan persamaan tersebut diketahui bahwa nilai 8,829 merupakan konstanta atau nilai variabel y. Nilai 0,709 merupakan nilai beta variabel x. Dengan kata lain perubahan organisasi sebesar satu-satuan akan meningkatkan prestasi sebesar 0,709. Persamaan strukturalnya menjadi seperti berikut :
Y = a + b1X
   = 8,829 + 0,709 X






Ini berarti bahwa besarnya pengaruh berorganisasi terhadap prestasi adalah sebesar 36,20% sedangkan sisanya 63,80% dipengaruhi oleh variabel lain/faktor lain diluar variabel penelitian.

uji hipotesis



Untuk mencari t tabel maka dilakukan langkah t tabel sebagai berikut :
t(α; n-2), t(0,05; 15-2) maka didapatkan t tabel = 2,160
Dari table t didapatkan nilai sebesar 2,160 sedangkan t hitung adalah 2,716. Dengan demikian t hitung > t tabel atau 2,716 > 2,160 sehingga H1 diterima Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa hipotesis yang menyatakan “Pengaruh Berorganisasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa” dapat diterima.


KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data yang tertera dalam bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki prestasi belajar yang baik. Hal ini berarti hipotesis  Ho ditolak dan H1 diterima dan karena variabel x memberi dampak positif terhadap variabel y.


SARAN


Setelah dilaksanakan penelitian dengan kesimpulan seperti di atas, penulis ingin menyampaikan saran-saran kepada pembaca karya tulis ini, adapun yang dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
1.         Untuk dosen
Setelah mengetahui hasil penelitian ini, dosen diharapkan dapat memaksimalkan pembelajaran sehingga mahasiswa, baik mahasiswa aktif organisasi maupun yang tidak aktif organisasi mampu menerima materi yang disampaikannya dengan baik.
2.         Untuk mahasiswa
Bagi mahasiswa yang aktif organisasi diharapkan dapat memanagement waktunya sebaik mungkin, agar prestasi belajarnya tidak menurun.
Bagi mahasiswa yang berminat untuk mengadakan penelitian, dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan serta mengembangkannya dalam masalah yang lebih kompleks dan populasi yang lebih luas.

 KEL3

ANGGOTA:
ULY YULIFAH ; A1.1600015
M RIZKI K        ;A1.1600009

 

 

 

 

 

 


 

0 Komentar untuk "lAPORAN PROBABILITAS & STATISTIKA “PENGARUH BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA”"

Silakan tinggalkan komentar anda. DILARANG KERAS menyimpan link blog/web pada komentar dengan tujuan backlink, Spam.

 
Copyright © 2014 Tutorial Kampus - All Rights Reserved
Template By. Catatan Info